Sehat kawan,
Tulis-menulis saya tidak lihai berkata-kata, rangkai satu
kalimat. Cerita Ahh, mudah-mudahan bisa dinikmati buat pembaca tulisan yang
bikin mikir. Okay Broo.
Mulai kita, saat nya kita bercengkrama dengan sebuah
pengalaman. Awal dari sebuah perjalanan satu keberanian yang penuh tanda tanya,
harus bagaimana, lalu berikut nya. Yuupps, cerita dari apa yang kita alami tak
akan sama satu dengan yang lainya. Seru, pastilah tempat keadaan resiko berbeda, lanjut kita bray.
Ketika jiwa memanggil untuk mulai berjalan bertualang,
langsung bergerak broo. Jangan besok-besok waktu tetap berjalan pemikiran yang
terlalu lama berpikir akan berada pada satu tempat saja. Di Otak Mu kebanyakan
mikir. Hahaaaa
Mendaki, sebuah kata terlintas dibenak, ketika melihat
mendengar pengalaman seseorang pada suatu gunung. Cerita itu bercerita
kawan' Berlari-lari dalam pikiran sebuah wacana berangkat pada
suatu tempat daerah Indah Asri Tenang yaitu ‘Gunung’. Lingkungan akan membawa
mu dalam kondisi dimana penuh dengan pertanyaan, santai saja, lakukan tetap
bergerak apa yang kita ingini. ‘Gue Mau Naik Gunung'.
Naik gunung itu harus, dari sebuah cerita yang gw dengar dari telinga kanan-kiri. ‘Panas Broo’.
Naik gunung itu harus, dari sebuah cerita yang gw dengar dari telinga kanan-kiri. ‘Panas Broo’.
Adrenaline terpacu, saat nya mulai membuat langkah awal. Cek
internet di kala itu akses nya terbatas Rp.5000/Jam mulai cari trip yang anggap
ringan. Yess dapat, Gunung Gede Kita. Okeh kantong juga ringan entenglah, buat lepas lelah dari kehidupan yang penuh dengan kesumpekan.
Tiingg, kepala kaya di ketok bambu. Muncullah
pertnyaan-pertanyaan ‘Gw Belum Punya Man Alat’. Tambah mikir lagi, untuk hindari malah
tambah berpikir keras ini otak. Yang ada ajalah
dibawa, anggap enteng ini bikin was-was dengan segala macam cerita
sesepuh kalau naik gunung itu begini-begitu. GubrakKks, tanda tanya di kepala
tambah besar nih. Berantem lagi pikiran ‘gampanglah berangkat dulu’.
Sipplah tekad sudah bulat, niat sudah diubun-ubun berangkat
kita, bodo amat yang penting ke Gunung. Tas punya abang, ga ada bantalan
nya, bawa panci kecil buat masak air ‘masak pakai apa tong’? Kayu bakar dunks, tuh panci yang
bikin punggung sakit kepentok gagang. Makanan yang pasti simple gampang
dibuat ringan dibawa ‘Indomie’. Gula jawa buat di perjalanan ‘manisan’. APA SEPATU, gak punya itu pakai apa yaa?? Mikir
keras. Ada sandal yang berbau gunung, istilah nya sandal gunung. Alat tempur
siap.
Berlalu hari-hari sumpek dalam kehidupan ‘Mulai Suntuk’. Nganttukks bray…ZzZzzz
JoAnsen

No comments:
Post a Comment