Friday, October 7, 2016

Perang Pikiran

Sehat kawan,
 
Tulis-menulis saya tidak lihai berkata-kata, rangkai satu kalimat. Cerita Ahh, mudah-mudahan bisa dinikmati buat pembaca tulisan yang bikin mikir. Okay Broo.

Mulai kita, saat nya kita bercengkrama dengan sebuah pengalaman. Awal dari sebuah perjalanan satu keberanian yang penuh tanda tanya, harus bagaimana, lalu berikut nya. Yuupps, cerita dari apa yang kita alami tak akan sama satu dengan yang lainya. Seru, pastilah tempat keadaan resiko berbeda, lanjut kita bray.




Ketika jiwa memanggil untuk mulai berjalan bertualang, langsung bergerak broo. Jangan besok-besok waktu tetap berjalan pemikiran yang terlalu lama berpikir akan berada pada satu tempat saja. Di Otak Mu kebanyakan mikir. Hahaaaa

Mendaki, sebuah kata terlintas dibenak, ketika melihat mendengar pengalaman seseorang pada suatu gunung. Cerita itu bercerita kawan' Berlari-lari dalam pikiran sebuah wacana berangkat pada suatu tempat daerah Indah Asri Tenang yaitu ‘Gunung’. Lingkungan akan membawa mu dalam kondisi dimana penuh dengan pertanyaan, santai saja, lakukan tetap bergerak apa yang kita ingini. ‘Gue Mau Naik Gunung'.

Naik gunung itu harus, dari sebuah cerita yang gw dengar dari telinga kanan-kiri. ‘Panas Broo’.

Adrenaline terpacu, saat nya mulai membuat langkah awal. Cek internet di kala itu akses nya terbatas Rp.5000/Jam mulai cari trip yang anggap ringan. Yess dapat, Gunung Gede Kita. Okeh kantong juga ringan entenglah, buat lepas lelah dari kehidupan yang penuh dengan kesumpekan.

Tiingg, kepala kaya di ketok bambu. Muncullah pertnyaan-pertanyaan ‘Gw Belum Punya Man Alat’. Tambah mikir lagi, untuk hindari malah tambah berpikir keras ini otak.  Yang ada ajalah dibawa, anggap enteng ini bikin was-was dengan segala macam cerita sesepuh kalau naik gunung itu begini-begitu. GubrakKks, tanda tanya di kepala tambah besar nih. Berantem lagi pikiran ‘gampanglah berangkat dulu’.

Sipplah tekad sudah bulat, niat sudah diubun-ubun berangkat kita, bodo amat yang penting ke Gunung. Tas punya abang, ga ada bantalan nya, bawa panci kecil buat masak air ‘masak pakai apa tong’? Kayu bakar dunks, tuh panci yang bikin punggung sakit kepentok gagang. Makanan yang pasti simple gampang dibuat ringan dibawa ‘Indomie’. Gula jawa buat di perjalanan ‘manisan’.  APA SEPATU, gak punya itu pakai apa yaa?? Mikir keras. Ada sandal yang berbau gunung, istilah nya sandal gunung. Alat tempur siap.

Berlalu hari-hari sumpek dalam kehidupan ‘Mulai Suntuk’.  Nganttukks bray…ZzZzzz
JoAnsen

No comments:

Post a Comment